Beranda EKONOMI Warga Kota Tegal Rela Antre Berjam-jam Demi Sembako Murah

Warga Kota Tegal Rela Antre Berjam-jam Demi Sembako Murah

kota tegal
Foto: Kumparan
Sejumlah warga Kota Tegal rela antre berjam-jam demo mendapatkan sembako murah di depan Pasar Pagi, Rabu (38/9/2022). Operasi pasar tersebut digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal.

Ratusan warga Kota Tegal rela antre berjam-jam demi bisa membeli kebutuhan bahan pokok yang harganya sedang melonjak imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Operasi pasar murah menyediakan beras, minyak goreng, dan gula pasir. Beras dengan harga Rp 35.000 per 5 kg untuk beras jenis premium, dan Rp 30.000 per 5 kg untuk beras medium.

Sedangkan minyak goreng dijual Rp 8.000 per liter, serta gula pasir dijual dengan harga Rp 8.500 dan Rp 9.000 per kg.

Pantauan PanturaPost.com, operasi pasar murah baru dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Namun‎ banyak warga yang sudah mengantre beberapa jam sebelumnya.

Warga yang kebanyakan ibu-ibu bahkan rela berdiri berjam-jam di tengah mulai teriknya matahari. Mereka juga harus berdesak-desakan saat operasi pasar dimulai yang diawali dengan pengambilan kupon.

Terlihat sejumlah warga warga yang membawa dan menggendong anak yang masih balita. Kehadiran petugas, turut menertibkan antrean warga.

Salah satu warga, Puji Rahayu (38) mengaku sudah mengantre sejak pukul 07.00 WIB dengan membawa serta anaknya yang berumur dua tahun.

“Di rumah tidak ada yang jaga, jadi anak saya bawa,” kata Puji, warga Panggung, Tegal Timur ditemui saat antre, dikutip dari kumparan.

Menurut Puji, hampir semua sembako harganya di warung-warung melonjak sejak ada kenaikan harga BBM.

“Di warung lagi mahal semua karena harga BBM naik. Di sini mau beli beras dan minyak,” kata Puji.

Sementara warga lainnya, Wiwit (48) menyebut adanya operasi pasar murah bisa sedikit meringankan beban kebutuhan keluarga.

BACA JUGA  Cara Mudah Pinjam Uang di Pegadaian agar Bebas Teror Pinjol Ilegal

“Mumpung harganya lebih murah jadi ikut antre dari jam 07.00. Kalau beli di warung kan memang lagi mahal semua,” kata Wiwit.

Wiwit menyebut jika harga beras biasanya Rp 9.000 per kilogram, sekarang sampai Rp 12.000 per kilo. Minyak goreng sekarang Rp 12.500 per kilo dari sebelumnya Rp 8.000.

Wiwit berharap tidak ada lagi kenaikan harga BBM dan harga kebutuhan pokok bisa kembali turun.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal, M Taufik Amrozy‎ mengatakan, operasi pasar murah digelar dalam rangka pengendalian inflasi.

‎Inflasi di Kota Tegal secara tahunan mencapai 6,05. Angka ini merupakan yang tertinggi ketiga di Jawa Tengah setelah Solo dan Cilacap.

‎”Dengan kenaikan harga BBM, harga sembako juga ikut, terutama beras. Jadi perlu dilakukan upaya untuk meredam kenaikan harga-harga dan inflasi ini. Salah satunya dengan operasi pasar‎,” ujar Taufik.

Operasi pasar murah di Kota Tegal yang melibatkan Bulog menyediakan 1.000 paket bahan pokok.

‎”Mudah-mudahan mencukupi. Kalau kurang nanti bisa kita tambah. Ini juga nanti kita lakukan di titik-titik lain sampai akhir tahun ini, termasuk di daerah lain di eks Karesidenan Pekalongan,” pungkas Taufik.

Facebook Comments

Artikulli paraprakPilih BBM Sesuai Spesifikasi Agar Lebih Awet
Artikulli tjetërLagi, Hong Kong Tarik Peredaran Mie Sedaap Diduga Ada Kandungan Pestisida