Beranda INFO SEHAT 4 Obat Herbal Terbaik untuk Nyeri Sendi

4 Obat Herbal Terbaik untuk Nyeri Sendi

Obat Herbal
Peradangan sendi, nyeri, dan kekuan yang biasa disebut dalam bahasa medis adalah Arthritis. Ada beberapa obat Herbal dari tumbuhan alami yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu meredakan nyeri sendi tersebut.

Selain obat Herbal, gejala nyeri sendi juga bisa dilakukan dengan perawatan medis, olahraga teratur, dan nutrisi yang tepat.

Menurut Arthritis Foundation, kondisi nyeri sendi ini telah mempengaruhi lebih dari 50 juta orang dewasa dan 300.000 anak-anak di Amerika Serikat. Obat herbal dan suplemen, mungkin aman, dan menjadi pilihan pengobatan yang efektif dengan sedikit efek samping yang signifikan.

Namun, penelitian di bidang pengobatan alami masih terbatas. Studi ilmiah sering menggunakan model hewan atau garis sel untuk menguji senyawa tanaman. Sangat sedikit uji klinis yang ada.

Konon, penelitian yang ada menunjukkan hasil yang menjanjikan, dan lebih banyak penelitian akan mengungkapkan informasi yang lebih penting lagi bagi komunitas medis.

Beberapa tanaman yang bisa dijadikan obat Herbal bagi penderita nyeri sendi adalah;

1. Kunyit

Kunyit merupakan bumbu kuning dan ramuan obat yang berasal dari India. Daging buah jeruk di dalam batangnya mengandung senyawa tanaman kurkumin yang ampuh.

Satu artikel  mengutip temuan dari sejumlah penelitian pada hewan dan dua percobaan yang menunjukkan bahwa kurkumin dapat mengurangi peradangan kronis karena RA.

Namun, tubuh tidak dapat menyerap kurkumin dalam jumlah besar, yang dapat membatasi aplikasi terapeutiknya.

Dikatakan demikian, senyawa yang disebut piperine – yang ada dalam lada hitam – dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan penyerapan kurkumin, menurut sebuah studi tahun 2018.

2. Minyak Kayu Putih

Minyak kayu putih dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit.

Minyak sulingan dari daun kayu putih memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan anti-inflamasi. Flavonoid dan tanin dalam daun kayu putih memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit.

BACA JUGA  Atasi Kasus Omicron dengan Konsumsi Air Kelapa

Sebuah studi menggunakan kultur sel menemukan bahwa ekstrak daun kayu putih secara signifikan mengurangi tingkat dua enzim inflamasi: interleukin-6 dan tumor necrosis factor alpha.

Orang dapat membeli ekstrak kayu putih sebagai minyak esensial di banyak toko atau online. Mereka kemudian dapat menambahkannya ke bak mandi air hangat atau menghirupnya.

Orang dengan alergi harus berhati-hati saat menggunakan ramuan ini, karena banyak orang yang alergi terhadapnya.

3. Kemenyan

Boswellia serrata, atau kemenyan, adalah getah dari kulit pohon Boswellia. Resin ini memiliki kualitas aromatik yang kuat, menjadikannya bahan yang populer dalam parfum, dupa, dan minyak esensial.

Kemenyan juga dapat menawarkan manfaat bagi orang-orang dengan peradangan kronis. Menurut Arthritis Foundation, senyawa aktif dalam kemenyan memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meringankan gejala arthritis.

Sebuah artikel ulasan tahun 2016 dari beberapa uji klinis skala kecil menemukan bukti untuk mendukung penggunaan kemenyan dan produk resin Boswellian lainnya untuk mengelola gejala radang sendi.

Para penulis menyatakan bahwa meskipun kemenyan bukanlah obat untuk radang sendi, 60-70% orang melihat peningkatan yang signifikan dalam gejala mereka saat menggunakannya.

4. Lidah buaya

Lidah buaya adalah tanaman sukulen yang populer karena manfaat kesehatannya. Banyak salep penyembuhan luka dan produk kulit mengandung lidah buaya karena sifat antimikroba dan anti-inflamasinya.

Senyawa dalam lidah buaya membantu menghilangkan radikal bebas dari tubuh, seperti halnya antioksidan. Fungsi antioksidan ini juga membantu mengurangi peradangan dengan mencegah produksi enzim inflamasi.

Menurut salah satu artikel, senyawa dalam lidah buaya menghasilkan efek antiinflamasi yang mirip dengan obat antiinflamasi nonsteroid.

Ringkasan

Arthritis adalah kondisi peradangan kronis yang dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kekakuan pada persendian.

BACA JUGA  Benarkah Bawang Putih dan Jahe Bisa Mencegah COVID-19?

Meskipun orang dapat mengelola gejalanya dengan perawatan medis, olahraga, dan nutrisi yang tepat, senyawa alami dalam obat herbal tertentu dapat berfungsi sebagai pilihan pengobatan pelengkap.

Penelitian saat ini menunjukkan hasil yang menjanjikan, tetapi tidak ada cukup bukti ilmiah untuk menarik kesimpulan pasti tentang efektivitas obat herbal dalam artikel ini.

Orang harus selalu berbicara dengan dokter mereka sebelum mencoba suplemen baru atau pengobatan alami.

Facebook Comments

Artikulli paraprakLink Live Streaming Timnas U17 Indonesia vs Malaysia di Group B Piala Asia
Artikulli tjetërPelaku Perampokan dan Pembunuhan Ibu dan Anak di Kuansing Ternyata Satu Keluarga