Beranda PERISTIWA Gempa Dahsyat 7,1 Magnitudo di Talaud, Listrik Mati Komunikasi Terputus

Gempa Dahsyat 7,1 Magnitudo di Talaud, Listrik Mati Komunikasi Terputus

Gempa
Gempa Dahsyat 7,1 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, hingga kini belum diperoleh laporan resmi, jumlah korban jiwa maupun terluka kerupakan kerusakan yang ditimbulkan.

Paska gempa, listrik di wilayah tersebut mati total sementara hubungan komunikasi masih mengalami gangguan. Hingga kini, korban luka-luka masih dalam monitoring.

“Informasi terjadi kerusakan beberapa petak lantai dan dinding retak ringan di kamar bersalin di RSUD Mala, Kabupaten Kepulauan Talaud,” ujar Dandim 1312 Talaud, Letkol Czi Irwan Guptarochman, dikutip dari SindoNews, Kamis (21/1/2021).

Selain itu juga kerusakan dialami oleh Keluarga Desinung-Naulana di Desa Bantik, Kecamatan Beo, di mana dinding belakang rumahnya roboh. Begitu juga dengan Keluarga Magenda-Pontoh di Desa Mala, Kecamatan Melonguane, dapurnya roboh akibat gempa tersebut.

“Sedangkan kerusakan ringan dialami oleh Keluarga Rade-Arendeng, dan Keluarga Mulaki-Maasawet di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara,” kata Irwan, Kamis (21/1/2021) malam.

Kerusakan akibat guncangannya, juga dialami oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane. “Dindingnya retak-retak,” ungkapnya.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan warganya merasakan guncangan kuat selama 3 detik.

“Saat itu, warga sempat panik. Namun hingga kini, BPBD setempat belum menerima informasi terkait dampak gempa dengan kedalaman 119 km tersebut,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Kamis (21/1/2021).

Raditya mengatakan BNPB terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud.

Saat ini, BPBD setempat sedang menghimpun informasi dari desa-desa yang teridentifikasi merasakan guncangannya.

“Informasi yang diterima BNPB menyebutkan kondisi di Kepulauan Talaud sekarang ini tidak ada penerangan atau lampu mati serta komunikasi juga agak sulit,” ungkap Raditya.

Sementara itu, dilihat dari peta guncangan yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa dirasakan di daerah Melonguane, Tahuna, Ondong IV MMI, Manado, Bitung III MMI, Galela, Gorontalo, Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat II-III MMI, Bolaang Uki II MMI, Ternate, Sofifi, Halmahera Tengah I-II MMI.

BACA JUGA  Agnez Mo Bangun Klinik Bareng AG Peduli Dan Beri Vaksin Gratis.

Skala IV MMI mendeskripsikan bila pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sedangkan III MMI menggambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah, serta terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Berdasarkan laporan BMKG, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Sebelumnya, BMKG menginformasikan parameter gempa dengan M7,1 dan berpusat pada 134 km timur laut Melonguane serta kedalaman 154 km.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaGunakan Swab Antigen dan PCR Palsu Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara
Artikel berikutnyaPT Bayer Indonesia Salurkan Paket Herbisida Untuk Petani