Beranda PARIWISATA Heboh, Pulau Panangalat di Mentawai Dijual Situs Online

Heboh, Pulau Panangalat di Mentawai Dijual Situs Online

Pulau Panangalat
Pulau Panangalat, salah satu pulau yang begitu indah yang berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang memiliki luas 4.30 hektare muncul di sebuah situs Private Island dengan tujuan untuk dijual.

Pulau Panangalat memiliki pantai yang indah dan terletak di Samudra lepas berlokasi sekitar 25 kilometer sebelah utara Tuapejat.

Penawaran dijualnya pulau Panangalat ditampilkan dalam situs https://www.privateislandsonline.com/ dengan deskripsi penawaran, Pulau Pananggalat salah satu pulau paling cantik untuk olahraga surfing di dunia. Dan juga menjadi rumah bagi hampir seluruh peselancar terkenal di dunia.

Situs itu juga menuliskan bahwa jarak tempuh menuju pulau dengan mengendarai kapal cepat membutuhkan waktu 25 menit. Pulau itu bersebelahan dengan Pulau Karangmajat yang terdapat resort dan Villa Kandui.

Terkait informasi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Mentawai Joni Anwar mengaku belum mengetahui hal tersebut. Kini pihaknya sedang menelusuri kebenaran dan situs yang melakukan penawaran penjualan.

“Saya lagi mencari yang punya pulau ini siapa, yang menjual siapa, menjual ke siapa. Ini saya lagi mencari ini,” ujar Joni, Selasa 9 Februari 2021.

Dia mengatakan penjualan pulau ini disinyalir dilakukan oleh perusahaan. Namun ditegaskannya, penjualan pulau jika dilakukan kepada warga negara asing tidak diperbolehkan.

Sementara Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, dirinya belum mendapat informasi soal dijualnya salah satu pulau di Kepulauan Mentawai tersebut.

“Saya belum mendapat informasi terkait hal itu,” ungkapnya.

Namun, terlepas benar atau tidaknya informasi dijualnya pulau itu, Irwan menjelaskan berdasarkan aturan yang ada, sebuah pulau tidak boleh dijual jika kepada orang asing. Sementara kepada orang Indonesia baru boleh dijual.

“Jikapun dijual, tidak boleh ke asing, tapi ke orang Indonesia boleh. Kalau keluar itu kan ada aturannya, rasanya tidak boleh,” pungkas gubernur.