Beranda PERISTIWA Kota Padang Dikepung Banjir, Akses Menuju 2 Rumah Sakit Digenangi Air Mencapai...

Kota Padang Dikepung Banjir, Akses Menuju 2 Rumah Sakit Digenangi Air Mencapai 1 Meter

Kota Padang
Hujan yang melanda Kota Padang sejak sore hari hingga malam, mengakibatkan beberapa Kawasan di Kota Padang dikepung banjir. Ketinggian air diperkirakan mencapai 1 meter lebih.

Bahkan akses menuju dua rumah sakit digenangi air yang cukup tinggi, sehingga banjir menggangu aktifitas rumah sakit, Kamis (19/8/2021) pada pukul 02.00 dini hari.

Mobil ambulan kesulitan mendapatkaan akses keluar dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Rasyidin Sungai Sapih, Kota Padang. Ambulan tersebut harus berjalan perlahan, karena air sudah merendam hingga bempernya.

Akses yang sama digunakan warga juga menyebabkan lalulintas terganggu. Tak sedikit sepeda motor warga yang mati karena direndam banjir. Disini banjir mencapai 50 centimeter.

”Kalau mobil tinggi bisa lewat, kalau motor tidak bisa. Banyak yang mati di tengah jalan,” kata Aji, Warga Air Paku, Kelurahan Sungai Sapih, Kuranji, Kota Padang dikutip dari metrokini.com.

Banjir juga terlihat lebih parah menutup akses Rumah Sakit Siti Rahmah, By Pass Kota Padang. Di Kawasan ini air tidak hanya meredam badan jalan. Air yang sudah mencapai 1 meter tersebut juga terlihat berarus deras.

Kondisi itu membuat aktifitas rumah sakit terganggu. Terutama akses keluar masuk rumah sakit. Daerah ini menjadi kawasan yang paling parah terdampak banjir.

Semua rumah warga yang ada di sekitar rumah sakit ini ikut direndam banjir. Bahkan sudah ada yang setinggi jendela rumah warga.

”Sejak saya tinggal disini, baru kali ini banjir sampai ke rumah saya. Bahkan sudah sampai masuk setinggi jendela rumah,” ujar Endi, warga Palarik, Kelurahan Aie Pacah, Koto Tangah dikutip dari metrokini.com.

Kota Padang
FB Risman Caniago

Sejumlah daerah lainnya yang dilanda banjir parah di Kota Padang yakni, di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, tepatnya di dekat TK Bahari pohon tumbang dan berdampak menghambat akses jalan.

BACA JUGA  Cari Keluarga Hilang lewat Foto-foto Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan

Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Bhayangkara Nomor 40 Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. Akibatnya pohon tersebut menimpa rumah warga.

Sementara, di Bungo Pasang Kabun, Kecamatan Koto Tangah, terjadi banjir yang menggenangi dan masuk rumah warga ketinggian sekitar 90 cm.

Banjir ini cukup parah. Karena pada sejumlah titik, air mencapai setinggi dada orang dewasa.

Banjir juga melanda Perumahan Sparco, di Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah dan Perumahan Sparco di depan SMAN 13 Padang, Tanjuang Aua Balai Gadang.

Selain itu banjir juga terjadi di Sungai Lareh, Perumahan Safa Marwah. Air masuk rumah warga dengan ketinggian sekitar 75 cm. Sementara, satu buah kendaraan pihak PMI Padang sudah tiba di lokasi dengan membawa perahu karet.

Banjir juga melanda Perumahan Berlindo Belakang RSUD Padang, Lolo Gunung Sarik Depan SD 29 dekat SMP 27 Padang. Daerah sebelumnya memang langganan banjir. Namun kali ini tinggi air sangat mengkawatirkan.

Lapas Air Dingin Anak Aia, Perumahan Lembah Karet. RS tersebut digenangi air setinggi lutut orang dewasa.

Banjir terparah juga terjadi di Komplek Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Air menggenangi rumah warga hingga sebatas lutut orang dewasa.

Jalan yang digenangi air membuat beberapa kendaraan sepeda motor yang menerobos jalan tersebut mogok di tengah jalan.

Tidak hanya jalan saja di genangi air, namun juga memasuki rumah warga.”Daerah ini sudah langganan banjir. Hujan sejam saja jika lebat seperti ini pasti air akan naik,” katasalah seorang warga Komplek Jondul Rawang, Budi Darmawan (35).

Selain banjir di sejumlah komplek perumahan, sejumlah jalan utama di Kota Padang juga digenangi air. Seperti di Jalan Khatib Sulaiman, Jalan Sudirman, Raden Saleh, Siteba, Ujung Gurun dan lainnya. Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur Kota Padang.

BACA JUGA  Heboh Video Pria dengan Muka Berdarah di Pos Penyekatan PPKM Sitinjau Lauik Padang

Basarnas Kota Padang mengerahkan lima tim petugas untuk mengevakuasi warga terdampak banjir. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi, mengatakan sampai saat ini sudah tim yang ke 5 di turunkan ke lokasi bencana. Asnedi menjelaskan, setiap tim membawa sebanyak satu perahu karet dan perlahan untuk melakukan evakuasi warga.

Source: metrokini.com

Facebook Comments

Artikulli paraprakTakut Foto Bugilnya Disebar, Gadis Ini Rela Disetubuhi Pacarnya Sendiri
Artikulli tjetërGeger Penemuan Mayat 2 Perempuan Tanpa Busana di Mobil Mewah