Beranda PERISTIWA Rombongan Guru TK di Cugenang Ditemukan 300 M dari Longsor

Rombongan Guru TK di Cugenang Ditemukan 300 M dari Longsor

rombongan guru
foto: Tribun
Mobil rombongan guru taman kanak-kanak asal Cianjur yang hilang pada saat gempa 5,6 Magnitudo akibat terbawa longsor tebing Palalangon di Kampung Cibeureum, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil ditemukan tim SAR gabungan, Kamis (24/11).

Mobil Toyota Avanza rombongan guru TK bernomor polisi B 2628 SKR yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan dipastikan merupakan kendaraan yang ditumpangi para korban karena pada pintu sebelah kanan ada logo sekolah Al Azhar dan kaca belakang ada stiker oneway Al Azhar.

Seorang keluarga yang ikut dalam rombongan tersebut, Dadan Asikin, menyebutkan rombongan yang ikut dalam mobil itu diperkirakan berjumlah delapan orang, satu di antaranya merupakan kakak kandungnya bernama Yayah Rodiah.

“Mobilnya tadi sudah ditemukan tim SAR, infonya di dalam mobil ada delapan penumpang. Termasuk kakak kandung saya,” kata Dadan, dikutip dari kumparan.

Dadan menyebutkan, awalnya dikira bukan mobil rombongan guru TK, tapi setelah diperhatikan nomor polisi, ada logo Al Azhar dan ditemukan ID Card Al Azhar, sehingga dipastikan itu mobil yang hilang.

Korban Dievakuasi

Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi di lokasi ditemukannya rombongan guru TK Al-Azhar pada Jumat (25/11). Para korban berada di dalam satu mobil.

Dari laporan yang diterima tim SAR, mobil berisi 7 orang. Pagi ini, tim berhasil mengangkat 2 jenazah. Lalu, masih ada lagi 4 orang yang terlihat ada di dalam mobil dan tengah dalam proses evakuasi.

“Ini sudah 2 yang masuk kantong mayat, masih termonitor ada 4. Enggak tahu yang anak kecil ada di bawah atau gimana. Sementara ada 6 yang termonitor,” kata Koordinator Tim Lapangan Pencarian Korban Gempa Area RM Sinta, Mulwahyono, di lokasi, Jumat (25/11).

BACA JUGA  Napi Kasus Penggelapan di Semarang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Mul sekaligus melaporkan temuan ini kepada salah seorang keluarga korban yang ikut memantau evakuasi korban. Dari identitas yang ditemukan di sekitar jenazah, 2 korban yang sudah dievakuasi ke kantong jenazah bernama Tati dan Yayah.

Pilu Zainal Temukan Jenazah Ibu di Rombongan Guru TK

Zainal Abidin tak kuasa menahan tangis. Air matanya mengalir saat menunjukkan foto ibunya ke petugas Basarnas di kawasan Sate Sinta, Cugenang, Cianjur.

Foto itu sama dengan KTP yang ditemukan tim SAR pada salah satu jenazah yang baru saja dievakuasi. Ya, Tati Nurhayati, merupakan satu dari 7 rombongan guru TK Al-Azhar yang mobilnya tertimbun longsor di Cugenang.

“Sudah ditemukan,” kata Zainal di lokasi, Jumat (25/11).

Zainal menceritakan, rombongan itu baru saja mengikuti acara yang digelar Disdik Kabupaten Cianjur. Saat gempa terjadi, Zainal dan keluarga korban lainnya langsung berupaya mencari informasi keberadaan keluarga mereka.

Hasilnya pun nihil. Karena itu pula, Zainal dan keluarga lainnya memutuskan menunggu di kawasan Sate Sinta karena meyakini keluarga mereka menjadi korban yang tertimbun longsor.

Benar saja. Mobil berstiker Al-Azhar itu berhasil ditemukan kemarin. Evakuasi korban rombongan guru dilakukan pagi ini. Hasilnya, 6 jenazah sudah terlihat oleh tim SAR dan satu per satu jenazah dievakuasi.

“Hari ini alhamdulillah sudah ditemukan ada 6 termonitor, satu masih mungkin tertindih mudah-mudahan bisa ditemukan,” kata Zainal.

Jenazah Rombongan Guru TK Al- Azhar Ditemukan 300 M dari Lokasi Tergerus Longsor

Keempat korban ditemukan dalam kondisi tewas tertimbun longsoran. Lokasinya sejauh 300 meter dari lokasi awal mobil korban tergerus longsor.

Salah satu keluarga korban, Anan, mengatakan belum dapat memastikan identitas dari keluarganya karena kondisi jenazah yang langsung dimasukkan ke dalam kantung mayat.

BACA JUGA  3 Pengadang Kendaraan Logistik Bantuan Korban Gempa Cianjur Diamankan Polisi

“Sudah empat yang berhasil ditemukan, satu di antaranya berjenis kelamin laki-laki. Tapi saya belum dapat pastikan karena kondisinya yang kotor tertimbun material tanah dari longsoran tersebut. Saya akan ke RSUD untuk memastikan,” jelas Anan.

Dievakuasi ke RSUD Sayang

Pantauan kumparan di lokasi Jumat (25/11), posisi mobil berada di bawah tebing longsoran, tepatnya di samping aliran sungai. Hingga pukul 09.30 WIB, sudah 4 jenazah berhasil dievakuasi, salah satunya sopir.

Jenazah di dalam kantung jenazah itu diangkat ke atas tebing oleh tim gabungan lalu dievakuasi ke RSUD Sayang, Cianjur.

“Sesuai arahan posko induk, semua jenazah dievakuasi ke RSUD Sayang Cianjur,” ucap Koordinator Tim Lapangan Evakuasi Korban Gempa di Area RM Shinta, Mulwahyono, Jumat (25/11).

Tim gabungan mendapati ada dua e-KTP yang melekat di tubuh korban yaitu Tati dan Yayah. Dalam proses evakuasi yang berlangsung sejak pagi, anak Tati dan istri Yayah sempat menyaksikan evakuasi sebelum akhirnya mereka ikut ke RSUD Sayang.

Anak Tati, Zainal Abidin, mengatakan rombongan TK Al-Azhar terseret longsor saat akan mengikuti acara Disdik Kabupaten Cianjur. Di dalam mobil ada sopir, 4 kepala TK, 2 guru TK, dan 1 anak guru.

Tim Temukan Jenazah Lain di Pinggir Sungai Cugenang

Dalam proses evakuasi itu, petugas mendapati jenazah rombongan guru lain yang tertimbun tanah longsor di tepi sungai tak jauh dari lokasi mobil Avanza TK Al-Azhar.

Petugas yang berasal dari Basarnas, TNI, Polri, tiba-tiba berlari ke tepi sungai karena melihat objek diduga jenazah korban gempa, dari tangan yang muncul ke atas tanah.

“Itu jenazah lain, bukan dari mobil Avanza,” ucap koordinator tim lapangan evakuasi korban gempa di area RM Shinta, Mulwahyono, di lokasi, Jumat (25/11).

BACA JUGA  Penyiar Radio Riri Djalil Ditemukan Tewas di Kamar Kosnya di Bali

Belum diketahui kondisi jenazah tersebut karena masih dalam proses pengangkatan. Petugas menggunakan tali yang melintang di sungai untuk mengangkat jenazah yang baru diketahui tersebut.

“Enggak tahu jenazah dari mana, pengendara atau mana, proses evakuasi masih berlangsung,” ucapnya.

Facebook Comments

Artikulli paraprakBocah Asal Indonesia Dampingi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2022
Artikulli tjetërPolisi Telusuri Tiga Dentuman yang Terdengar di Jakarta Timur hingga Jaksel