Beranda PERISTIWA Gara-Gara Gigi Palsu Seorang Bidan di Asahan Sumut Meninggal Dunia

Gara-Gara Gigi Palsu Seorang Bidan di Asahan Sumut Meninggal Dunia

Gigi Palsu
Gara-gara tak sengaja menelan gigi palsu seorang wanita yang berprofesi sebagai bidan asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) berinisial SZ (51) meninggal dunia. Wanita ini tak sengaja menelan gigi palsu saat sedang makan mi sop.

Setelah peristiwa tertelan gigi palsu tersebut, SZ dirawat selama dua pekan di rumah sakit. Namun, SZ meninggal dunia pada Kamis (10/3/2022).

“Kejadian yang tertelan itu tanggal 24 Februari 2022. Jadi sekitar dua minggu di rumah sakit,” ujar anak korban bernama Anugerah, Kamis (10/3/2022).

Dia menuturkan, dirinya sempat mengabulkan permohonan ibunya yang ingin makan mi sop. Padahal, makanan tersebut jarang dimakan oleh ibunya.

“Mamak memang jarang makan micin-micin gitu. Entah kenapa saat itu dia kepengen makan mi sop. Karena ingin menyenangkan hati orang tua saya belikan,” ungkapnya.

Anugerah menjelaskan, saat ibunya baru makan lima suap, dia seperti merasakan ada sesuatu yang menyangkut di kerongkongan hingga sakit di leher sebelah kiri. Ternyata, ada gigi palsu bagian geraham atas yang secara tak sengaja tertelan saat makan.

“Kami pukul-pukul pundaknya, dikasih minum air hangat nggak (keluar) juga. Jadi hari itu kami langsung bawa ke rumah sakit. Pertama di Mitra Sejati lalu pindah ke Adam Malik,” jelas Anugerah.

Namun, setiba di rumah sakit, SZ positif COVID-19 saat dites swab. Akibatnya, penanganan operasi pengambilan gigi tersebut tidak bisa segera dilakukan kepada SZ.

“Hasilnya positif, walaupun sebenarnya keluarga tidak pernah ditunjukkan hasil swab itu. Karena alasan Covid inilah penanganan ke orang tua kami lama. Sampai ada dua kali penundaan operasi. Sudah parah, hampir dua minggu. Meninggal karena kondisinya semakin lemah setelah dioperasi itu terlalu lama menahan sakit,” ujarnya.

BACA JUGA  Kamarudin Diterkam Buaya di Sungai Muara Pantuan Kaltim, Kakinya Nyaris Putus

Pihak keluarga mengaku kesal dengan pelayanan di rumah sakit yang tak segera melakukan operasi terhadap pasien. Operasi baru dilakukan dua minggu setelahnya, di mana SZ sudah dalam kondisi lemah.

Facebook Comments

Iklan
Artikulli paraprakTersinggung dengan Ahmad Sahroni, Adam Deni Ancam akan Bongkar Fakta di Pengadilan
Artikulli tjetërPengamat: Kritikan Bupati Solok Tentang Rakor di Mentawai Abal-Abal Tidak Sesuai Porsinya