Beranda GAYA HIDUP Gaya Hidup Bisa Menjadi Pemicu Kolesterol Tinggi

Gaya Hidup Bisa Menjadi Pemicu Kolesterol Tinggi

Gaya Hidup
SAAT ini, seiring gaya hidup perkotaan yang serba modern dan makan enak tidak terkontrol, banyak anak muda yang kita kenal dengan sebutan generasi milenial mengalami kadar kolesterol darah yang tinggi.

Sering kali dalam pembacaan hasil medical check up (uji kesehatan) di rumah sakit, kita akan menemukan di antara pemeriksaan laboratorium darah pasien, kadar kolesterol adalah yang kerap didapatkan tidak normal.

Angka-angka ini ditemukan tidak hanya pada generasi orang tua atau lanjut usia, tetapi juga usia 20 hingga 30an, semuanya diakibatkan karena gaya hidup.

Kadar kolesterol yang tidak normal (disebut sebagai dislipidemia) adalah gangguan peningkatan atau penurunan komponen lemak di dalam darah.

Kolesterol yang bisa mengalami peningkatan adalah kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida, sementara yang bisa mengalami penurunan adalah kolesterol HDL. Mari kita telaah satu per satu.

Normalnya, kadar kolesterol total dalam darah kita di bawah angka 200. Artinya, bila di atas angka 200, disebut tidak normal (hiperkolesterolemia).

Begitu juga dengan kadar kolesterol LDL (disebut juga kolesterol jahat) yang normalnya di bawah 100 dan trigliserida yang normalnya di bawah 150, bila salah satu di atas angka normal, maka disebut hiperkolesterolemia juga.

Untuk Kolesterol HDL yang disebut juga sebagai kolesterol baik (tugasnya membersihkan lemak di pembuluh darah), kadarnya justru harus cukup tinggi yaitu di atas 50 untuk perempuan dan di atas 40 untuk laki-laki. Bila turun, maka disebut hipo-HDL atau dislipidemia.

Kadar kolesterol yang tidak normal ini menjadi gara-gara alias sumber penyakit. Beberapa penyakit yang berhubungan dengan kadar kolesterol tinggi adalah kencing manis (disebut juga sakit gula atau diabetes), darah tinggi (disebut juga hipertensi), dan kegemukan (disebut juga obesitas).

Penyakit yang menjadi akibat dari kadar kolesterol tinggi adalah penyakit jantung koroner hingga serangan jantung, stroke (sumbatan di pembuluh darah otak), dan sumbatan di pembuluh darah kaki.

Akibat gaya hidup kita sering mendengar berita selebritas-selebritas usia muda yang terkena serangan jantung saat olahraga. Nah, itu adalah akibat serangan jantung!

Bagaimana cara mengatasinya? Segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk mulai diobati dengan gaya hidup sehat seperti olahraga 150 menit seminggu yang teratur, diet rendah lemak (bukan asal diet ya), stop rokok, hindari stres pekerjaan, cukup tidur, dan bila perlu akan diresepkan obat-obat anti-kolesterol dari golongan statin atau fibrat tergantung jenis kolesterol yang tinggi. Pemberian obat-obatan ini harus sesuai dengan resep dokter ya.

Ayo, segera konsultasikan kesehatan Anda ke dokter supaya terhindar dari berbagai akibat kolesterol darah yang tinggi.