Beranda DAERAH Saatnya Kembali Adaptasi dari Pembelajaran Daring ke Sekolah Tatap Muka

Saatnya Kembali Adaptasi dari Pembelajaran Daring ke Sekolah Tatap Muka

pembelajaran
Proses belajar mengajar di MIN Kota Solok (Foto: Rina Andriani)
Dua tahun sudah pandemi virus corona masuk ke Indonesia hingga menyebabkan perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan. Berbagai metode pembelajaran diterapkan pemerintah untuk menjamin keberlangsungan pendidikan serta keselamatan para peserta didik dan tenaga pendidik.

Mulai dari pembelajaran daring, hingga kembali ke sekolah tatap muka dilakukan demi mewujudkan sistem pendidikan yang baik di tengah ancaman pandemi Covid-19.

Sistem pembelajaran daring yang diterapkan selama pandemi dinilai memiliki keterbatasan, terutama pada mata pelajaran yang membutuhkan praktik dalam pemahaman materi pembelajaran.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mulai melakukan peralihan kembali menjadi sekolah tatap muka. Tentunya, dalam peralihan ini perlu persiapan serta adaptasi bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

Persiapan yang perlu dilakukan oleh peserta didik dan tenaga pendidik di antaranya dengan melakukan vaksinasi dan mematuhi standar protokol kesehatan. Bagi tenaga pendidik, adaptasi perubahan ini berfokus pada rencana pembelajaran hingga metode yang digunakan untuk membiasakan kembali sekolah tatap muka.

Hal tersebut dilakukan untuk penyesuaian metode baru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Salah satu contohnya penggunaan masker saat pembelajaran berlangsung, tentu membuat para tenaga pendidik harus berbicara agak keras dari biasanya agar dapat didengar dengan jelas oleh peserta didik, ini merupakan salah satu bentuk adaptasi tersebut.

pembelajaran tatap muka

Bukan hanya bagi tenaga pendidik, adaptasi juga berlaku bagi peserta didik. Penyesuaian ini membuat peserta didik harus mengikuti proses belajar menggunakan standar protokol kesehatan dengan pembagian waktu yang berbeda.

Penerapan pembagian waktu dilakukan dalam dua shift, yaitu pagi dan siang. Penerapan shift ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi interaksi sosial di antara peserta didik. Sehingga, sekolah tatap muka dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

BACA JUGA  Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar Siap Tampung Kritik dan Saran Masyarakat

Walaupun penerapan standar protokol kesehatan masih berlaku, tentu hal tersebut bukanlah hambatan untuk tetap melakukan proses belajar mengajar. Dengan adanya peralihan ke sistem sekolah tatap muka, peserta didik dan tenaga pendidik harus selalu bisa untuk cepat beradaptasi.

Arahan, dukungan, serta kerja sama antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua sangat perlu untuk membantu peserta didik dalam beradaptasi. Sehingga, generasi penerus bangsa dapat terbiasa dengan perubahan-perubahan dan tetap dapat berprestasi dalam dunia pendidikan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Penulis: Rina Andriani, S.Pd (Guru MIN Kota Solok)

Facebook Comments

Artikulli paraprakEdy Mulyadi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Ujaran Kebencian oleh Bareskrim Polri
Artikulli tjetërModel Asal London Ini Tampil Berani di Onlyfans