Beranda PERISTIWA Tanah Bergerak di Bojong Koneng Makin Mengerikan, 177 Rumah Warga Terancam Roboh

Tanah Bergerak di Bojong Koneng Makin Mengerikan, 177 Rumah Warga Terancam Roboh

Tanah Bergerak
Sumber Foto: TribunNews Bogor
Peristiwa tanah bergerak telah menghancurkan perkampungan di Kampung Curug dan Kampung Gunung Batu, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Tanah bergerak ini hingga kini terus terjadi, sedikitnya ada 177 bangunan rumah warga terdampak kerusakan akibat adanya peristiwa tersebut.

Warga menemukan adanya sejumlah keretakan jalan beton di Jalan Kampung Curug kemudian warga menambalnya menggunakan semen. Namun, warga mulai merasa curiga dan waspada karena menduga keretakan beton jalan tersebut seperti perlahan melebar.

Kemudian, tak ada hujan tak ada angin, warga mendadak dilanda kepanikan. “Tiba-tiba dengar suara pecahan jalan (beton) ini, duar gitu, kayak petasan gitu,” ujar salah seorang warga bernama Syarif dikutip dari TribunNews Bogor.

Menurut Syarif ketika kejadian, cuaca cerah dan sama sekali tidak turun hujan. Namun beberapa hari sebelum kejadian itu memang kampungnya sempat diguyur hujan deras pada hari Sabtu dan Minggu.

Pasca mendengar suara keras dari retakan beton jalan, warga panik berlarian meninggalkan rumah masing-masing dan menjauhi Jalan Kampung Curug menuju ke Jalan Raya Bojongkoneng.

“Pada panik semua, pada lari, lari ke jalan gede atas sana,” kata Syarif.

Warga mulai ramai-ramai berlarian mengevakuasi diri mereka sekitar pukul 11.00 WIB. Hal itu terjadi setelah para warga menyadari bahwa tanah bergerak terus menerus terjadi.

Namun, karena pergeseran tanah ini terjadi tidak begitu cepat, warga memiliki waktu untuk menyelamatkan diri dari rumah rusak atau ambruk sehingga tak ada korban jiwa.

Kemudian keesokan harinya pada Kamis (15/9/2022), tanah bergerak kembali terjadi namun tak separah pada hari Rabu.

Warga yang kehilangan rumah tinggal karena rusak, sebagian mengungsi ke tenda pengungsian di sebuah lapangan sepak bola Kampung Curug dan sebagian mengungsi ke rumah kerabat.

BACA JUGA  Geger, Mayat Gadis Ditemukan Membusuk di Rumah Kosong

Namun sebagian warga terdampak ada yang kembali bertahan di rumahnya karena bangunan rumahnya tak mengalami kerusakan parah.

Tanah berderak di kampungnya tersebut, kata Syarif bukan kali pertama terjadi di masa lalu juga dikabarkan pernah terjadi peristiwa serupa sekitar tahun 1980-an.

Sampai Jumat (16/9/2022), BPBD, aparat dan yang lainnya masih berkumpul melakukan penanganan di lokasi termasuk menyalurkan bantuan untuk para korban.

Facebook Comments

Artikulli paraprakHeboh Sediakan Pemandu Lagu Berseragam SMA, Infinity Karaoke Cikarang Ditutup Permanen
Artikulli tjetërGanjar Pranowo Cuci Tangan Mengaku Tak Kenal Eko Kuntadhi