Beranda PERISTIWA Warga Maros Geger, Ditemukan Seorang Pria Meninggal di Dalam Mobil

Warga Maros Geger, Ditemukan Seorang Pria Meninggal di Dalam Mobil

Maros
Warga Kabupaten Maros digegerkan, seorang pria ditemukan meninggal di dalam mobilnya, di lingkungan Bantimurung, Kecamatan Bantimurung, Rabu, (01/09/2021). Pria tersebut adalah warga asal Bone yang bekerja di PT Pelabuhan Indonesia IV, A Firman R (46).

Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Nico Ericson mengatakan, jenazah pria tersebut awalnya ditemukan warga sekitar Bantimurung. Warga curiga dengan mobil yang terparkir dipinggir jalan dalam waktu yang lama. Pasalnya mobil tersebut terparkir di pinggir jalan, dengan kondisi mesin menyala.

“Sekitar pukul 10.00 Wita, Warga sekitar melapor ke Polsek, bahwa ada mobil terparkir. Namun orang didalamnya tidak merespons warga yang mendatanginya,” ujarnya.

Ketika ditemukan, mobil dalam keadaan terparkir dengan lampu washer kiri masih menyala. “Mobil yang terparkir di pinggir jalan kondisi terkunci dengan mesin mati dan washer hidup di kiri,” ungkapnya.

Nico pun mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP. Dari olah TKP tak ditemukan indikasi tindak pidana. “Tidak ditemukan indikasi terjadi suatu tindak pidana di sekitar TKP dan di dalam mobil dinilai wajar,” ungkapnya.

Setelah itu korban langsung dibawa ke Puskesmas Bantimurung, Maros untuk kemudian mendapatkan pemeriksaan awal.

Kepala UPTD Puskesmas Bantimurung, Maros dr Muhammad Yunus mengatakan, jenazah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 11.55 Wita. Saat tiba di Puskesmas Bantimurung, seluruh tanda-tanda kematian sudah ada. Setelah pemeriksaan awal, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh jenazah.

“Jenazah berjenis kelamin laki-laki, kelahiran tahun 75, tiba di Puskesmas sudah dalam keadaan meninggal, pupil sudah melebar, tanda-tanda kematian sudah ada semua,” jelasnya.

Dr Yunus memperkirakan jenazah telah meninggal sekitar tiga jam sebelum dibawa ke Puskesmas Bantimurung. Untuk penyebab, kematian dr Yunus masih belum bisa menyimpulkan, apalagi pemeriksaan yang dilakukan hanya dari luarnya saja.

BACA JUGA  Diduga Cabuli Siswa, Oknum Guru di Tanah Datar Ditangkap Polisi

Dia menjelaskan, perlu adanya langkah autopsi agar penyebab kematian dapat dipastikan.

“Kita hanya bisa melihat dari luarnya saja. Kita tidak bisa mendeteksi secara mendalam penyebab kematian,” pungkasnya.

Facebook Comments

Artikulli paraprakKominfo Gelar 200 Kegiatan Webinar Gratis Setiap Minggu di 514 Kota dan Kabupaten
Artikulli tjetërPergi Berkemah, Mahasiswi di Bukittinggi Diperkosa