Beranda INFO SEHAT Aktor Aliando Syarief Idap Penyakit OCD, Ternyata Ini Penyebabnya

Aktor Aliando Syarief Idap Penyakit OCD, Ternyata Ini Penyebabnya

Aliando Syarief
Aktor Aliando Syarief mengungkapkan kondisi kesehatan mentalnya setelah diketahui mengidap penyakit OCD. Dia diketahui mengidap Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) sejak beberapa tahun lalu.

Saat ini, kondisi aktor 25 tahun itu sudah lebih membaik. Aliando Syarief mengaku telah melakukan terapi demi kesehatan selama hampir dua tahun terakhir.

“Recovery sih ada 90 persenlah. Semoga bisa cepat-cepat mencapai angka yang diinginkan. Sudah hampir dua tahun kali ya (terapi),” ujar Aliando Syarief di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Kamis (14/4) malam.

Tidak hanya terapi, bintang sinetron Gantenf-Ganteng Serigala itu juga harus mengontrol dirinya agar emosinya tak meledak-ledak.

Aliando Syarief nengaku masih kerap kewalahan untuk mengontrol emosinya. Sebab, pemain film Pertaruhan itu merasa ada sosok lain di dalam dirinya ketika penyakitnya kambuh.

“Jadi, otak dan perasaan enggak sinkron. Jadi, dia bergerak sedemikian sesuka hati dia dan itu ada di tubuh gue, gue bingung ngontrolnya bagaimana,” imbuhnya.

Aliando Syarief merasa sulit untuk mengontrol emosinya ketika penyakitnya kambuh. Akan tetapi, dia terus berupaya agar bisa tenang dan bersikap normal.

Adapun akibat penyakit OCD itu, Aliando Syarief sempat rehat sejenak dari dunia hiburan tanah Air.

Apa Itu Penyakit OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang mendorong penderitanya untuk melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang. Tindakan tersebut ia lakukan untuk mengurangi kecemasan dalam pikirannya.

Gangguan obsesif kompulsif dapat dialami oleh siapa saja dari semua kelompok usia, tetapi paling sering muncul di usia 7–17 tahun. Penderita OCD biasanya menyadari bahwa pikiran dan tindakannya berlebihan, tetapi mereka tidak bisa melawannya.

Penyebab dan Gejala OCD

Ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya OCD, antara lain faktor genetik, perubahan pada senyawa kimia otak, dan pengaruh lingkungan.

BACA JUGA  Peduli Umat. KAHMI Bantaeng Gelar Aksi Donor Darah.

OCD ditandai dengan gangguan pikiran yang menimbulkan kecemasan dan perilaku yang dilakukan berulang kali guna menghilangkan kecemasan tersebut. Sebagai contoh, penderita OCD yang takut terkena penyakit cenderung akan mencuci tangan secara berlebihan atau terlalu sering membersihkan rumah.

Pengobatan OCD dan Pencegahan OCD

Pengobatan OCD bertujuan untuk mengendalikan gejala yang muncul, agar kualitas hidup penderitanya bisa membaik. Metode pengobatannya dapat berupa terapi perilaku kognitif dan pemberian obat antidepresan.

Belum ada cara pasti yang dapat dilakukan untuk mencegah OCD. Namun, pemeriksaan dan penanganan lebih awal dapat mencegah gejala OCD makin memburuk.

Facebook Comments

Iklan
Artikulli paraprakPPP Usung Anies Baswedan dan Khofifah pada Pilpres 2024
Artikulli tjetërSup dapat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Menunaikan Ibadah Puasa