Beranda GAYA HIDUP Atasi Kulit Kering dan Bersisik dengan Krim Urea

Atasi Kulit Kering dan Bersisik dengan Krim Urea

Kulit Kering
Krim urea merupakan salah satu pilihan untuk mengatasi masalah pada kulit, seperti kulit kering, kasar, dan bersisik. Krim urea juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit kulit tertentu. Meski tergolong aman, krim ini sebaiknya digunakan sesuai resep dan petunjuk dokter.

Urea merupakan salah satu zat yang terdapat secara alami di lapisan kulit terluar. Zat ini berfungsi sebagai pelembap alami kulit dan mencegah kulit kering. Namun, urea juga sering kali digunakan sebagai campuran dalam produk perawatan kulit, seperti krim pelembap untuk kulit kering.

Biasanya, krim urea yang digunakan untuk mengatasi kulit kering adalah krim dengan konsentrasi urea sebanyak 2–10%.

Cara Kerja dan Manfaat Krim Urea untuk Kesehatan Kulit

Krim urea sering kali digunakan untuk mengobati kulit kering, bersisik, dan kasar karena kondisi kulit tertentu. Untuk mengatasi kulit kering, krim urea bekerja dengan tiga cara, yaitu:

  • Melembapkan kulit dengan mengumpulkan air dari lapisan kulit yang lebih dalam
  • Mengurangi penumpukan sel kulit mati dan menghilangkan kulit yang mengelupas atau bersisik dengan menghancurkan zat keratin di lapisan luar kulit
  • Meningkatkan kerja beberapa obat, seperti kortikosteroid dan krim antijamur, yang umumnya digunakan bersamaan dengan krim urea

Krim urea dapat digunakan untuk mengatasi kulit kering yang disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini:

  • Dermatitis kontak
  • Eksim atopik
  • Dermatitis radiasi, yaitu kulit kering, kemerahan, gatal, atau mengelupas setelah melakukan terapi radiasi sebagai perawatan kanker
  • Psoriasis
  • Kutu air
  • Keratosis pilaris
  • Kapalan
  • Iktiosis
  • Keratosis aktinik

Selain mengatasi permasalahan kulit kering, krim urea juga bisa mengatasi beragam masalah kuku, misalnya kuku tumbuh ke dalam kulit, infeksi jamur kuku, dan cantengan.

Gunakan Krim Urea dengan Tepat

Krim urea dapat Anda peroleh tanpa atau melalui resep dokter. Jika ingin memakainya tanpa resep dokter, Anda disarankan membaca petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan. Selain itu, pastikan Anda membeli krim urea yang telah terdaftar di BPOM RI.

BACA JUGA  RevitaLash® Cosmetics Rilis Formula Terbaru untuk Perawatan Rambut

Jika Anda hendak menggunakan krim urea, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Gunakan krim urea sesuai anjuran dokter atau petunjuk pemakaian yang tertera di kemasan, misalnya 1–3 kali sehari.
  • Cuci tangan sebelum mengoleskan krim urea.
  • Oleskan krim pada kulit yang kering atau bagian kuku yang bermasalah sesuai takaran.
  • Pijat kulit dengan lembut hingga krim meresap.
  • Cuci tangan kembali usai mengoleskan krim urea, kecuali bila krim dioleskan di daerah tangan.

Perlu Anda ketahui bahwa krim urea hanya boleh digunakan untuk kulit bagian luar. Hindari mengoleskan krim urea di area sekitar bibir, mulut, hidung, vagina, mata, atau bagian kulit yang terluka.

Efek Samping Krim Urea

Krim urea bisa menimbulkan efek samping ringan, seperti kulit gatal, kemerahan, sensasi terbakar (perih), atau iritasi. Namun, krim ini terkadang juga bisa menimbulkan reaksi alergi.

Jika Anda sedang hamil atau menyusui, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan krim atau produk yang mengandung urea. Anda juga perlu lebih hati-hati apabila sedang menggunakan obat oles tertentu untuk kulit guna mencegah kemungkinan terjadinya interaksi obat.

Masalah kulit kering, bersisik, dan kasar bisa diatasi dengan krim urea dan skincare yang tepat. Jika Anda masih mengalami keluhan pada kulit atau masalah kulit Anda semakin parah setelah menggunakan krim urea, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Begitu juga bila Anda mengalami reaksi alergi setelah menggunakan krim ini.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaLink Live Streaming CEV Moto3 Aragon 2021, Mario Aji Berpeluang Raih Podium
Artikel berikutnyaSelebgram Herlin Kenza Tak Peduli Meski telah Ditetapkan Sebagai Tersangka