Beranda DAERAH Heboh Jual Beli Foto Wali Kota Makassar, Pelakunya Oknum Pegawai Dinas Pendidikan

Heboh Jual Beli Foto Wali Kota Makassar, Pelakunya Oknum Pegawai Dinas Pendidikan

Foto Wali Kota
Dugaan jual beli foto Wali Kota Makassar yang dilakukan oknum pegawai Dinas Pendidikan mendapat reaksi keras dari Komisi D DPRD Kota Makassar.

Ketua Komisi D, Abdul Wahab Tahir menegaskan, apabila benar, telah terjadi jual beli foto Wali Kota Makassar oleh oknum pegawai dinas Pendidikan, berarti wajah dunia Pendidikan di Kota Makassar telah tercoreng.

“Saya sangat menyayangkan karena marwah pendidik kita tercoreng oleh oknum yang menjadi pedagang di dinas pendidikan,” ujar Wahab, Minggu (9/5/2021).

Terkait kasus ini, Komisi D yang mengurusi pendidikan akan memanggil Dinas Pendidikan terkait hal ini, termasuk memanggil beberapa kepala sekolah untuk dimintai keterangan atas dugaan jual beli foto Wali Kota Makassar tersebut.

Legislator Fraksi Partai Golkar ini juga mengatakan, oknum pegawai tersebut bukan hanya menjual foto kepala daerah, namun juga buku pelajaran maupun modul. Modus yang dilakukan, kata Wahab, dengan cara menjual disertai paksaan dengan ancaman mutasi.

“Kita berharap segera diberikan hukuman oknum pejabat tersebut. Saya berharap minggu ini kita panggil atau minimal paling lambat setelah lebaran RDP,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar isu terkait adanya oknum di Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, yang memperjual belikan foto Walikota, dan Wakil Walikota Makassar ke sekolah-sekolah. Bahkan kabarnya, ia memaksa kepala sekolah tersebut untuk membeli foto tersebut seharga Rp250 ribu.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengaku telah mendegar kabar tersebut. Bahkan ia menegaskan, hal ini menjadi bukti kerusakan di lingkup Pemkot Makassar. Sehingga menurutnya, resetting pemerintahan benar-benar menjadi hal yang urgent dilakukan.

“Saya juga dengar itu. Ini lah bentuk kerusakan mental. Orang cuma berbisnis, tidak kerja,” ujar Danny, Sabtu (8/4/2021).

Menurut Danny, harusnya tidak boleh oknum ASN yang memperjual belikan, harus dari pihak ketiga. “Jangan oknum yang memperjualbelikan. Harus pihak ketiga. Kecuali pihak ketiga seperti koperasi, silakan,” pungkas Danny.

Facebook Comments

Artikulli paraprakCatherine Wilson Jalani Kehidupan Religius Usai Bebas dari Penjara
Artikulli tjetërKPK OTT Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, Terkait Jual Beli Jabatan