Beranda INTERNASIONAL Korban Pembantaian di Etiopia Barat Capai 207 Jiwa

Korban Pembantaian di Etiopia Barat Capai 207 Jiwa

etiopia
Korban tewas akibat serangan pada hari Rabu di wilayah Benishangul-Gumuz barat Etiopia telah meningkat menjadi 207 orang, kata seorang sukarelawan dari Palang Merah negara tersebut.

“Kemarin kami menguburkan 207 orang yang menjadi korban dan 15 lainnya dari kelompok penyerang,” kata Melese Mesfin kepada kantor berita Reuters, Jumat.

Serangan itu terjadi di desa Bekoji di kabupaten Bulen di zona Metekel. Komisi Hak Asasi Manusia yang ditunjuk negara awalnya memperkirakan sedikitnya 100 orang telah tewas.

Sementara itu, hampir 40.000 orang telah meninggalkan rumah mereka karena pertempuran tersebut, juru bicara daerah Bulen Kassahun Addisu mengatakan.

etiopia

Perdana Menteri Abiy Ahmed menyebut serangan itu sebagai “pembantaian” dan mengerahkan pasukan federal di sana pada hari berikutnya. Kelompok militer membunuh 42 pria bersenjata yang dituduh menyerang desa.

Sejak September, telah terjadi gelombang kekerasan terhadap anggota komunitas Amhara, Shinasha, Oromo dan Agew di wilayah tersebut.

Ketegangan antara kelompok etnis Etiopia telah meningkat di bawah Abiy, yang telah berkuasa sejak 2018.

Pemilu yang dijadwalkan Juni mendatang semakin mengobarkan persaingan atas tanah, kekuasaan, dan sumber daya.

etiopia

Di bagian terpisah negara itu, militer Etiopia telah memerangi pemberontak di wilayah Tigray utara selama lebih dari enam minggu dalam konflik yang telah menyebabkan hampir 950.000 orang mengungsi.

Pengerahan pasukan federal di sana telah menimbulkan kekhawatiran akan kekosongan keamanan di wilayah bergolak lainnya.

Etiopia juga mengalami kerusuhan di wilayah Oromia dan menghadapi ancaman keamanan jangka panjang dari pejuang Somalia di sepanjang perbatasan timur.

etiopia

Diplomat utama Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan dalam sebuah pernyataan atas nama blok tersebut bahwa laporan kekerasan etnis dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia lainnya harus diselidiki secara independen.

BACA JUGA  Kapal Perang Amerika Serikat Masuki Laut China Selatan

Uni Eropa mengawasi krisis di Etiopia secara dekat dan prihatin tentang situasi kemanusiaan, tambah Borrell, menggambarkan laporan tentang keterlibatan berkelanjutan dari aktor non-Etiopia sebagai hal yang mengkhawatirkan.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPutra Mahkota Arab Saudi Terima Vaksin COvid-19
Artikel berikutnyaErdogan: Turki Ingin Perbaiki Hubungan Dengan Israel