Beranda PERISTIWA Banjir dan Tanah Longsor di Kota Semarang

Banjir dan Tanah Longsor di Kota Semarang

Banjir
Hujan dengan intensitas tinggi memicu kejadian banjir dan tanah longsor di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Peristiwa ini berlangsung pada Sabtu (6/2), sekitar pukul 05.00 waktu setempat.

Sebanyak lima kecamatan terdampak banjir di kota ini, yaitu Kecamatan Genuk, Gayamsari, Tugu, Semarang Barat dan Candisari. Saat banjir terjadi tinggi muka air antara 70 cm hingga 100 cm.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih memantau titik-titik yang terendam. Selain genangan, BPBD menginformasikan adanya 11 titik jalan terdampak tanah longsor.

Akibat kejadian ini, satu orang diberitakan hilang tertimbun tanah longsor. Kejadian ini berada di Kelurahan Jomlang, Kecamatan Candisari. Tim gabungan masih melakukan pencarian yang dinyatakan hilang tersebut.

Banjir
Di tengah musibah bencana tersebut, banjir di Kota Pekalongan justru mendadak menjadi sorotan dan buah bibir.
Hal itu, lantaran genangan banjir yang menerjang pemukiman warga tepatnya di wilayah Jenggot, mengeluarkan warna merah.

BPBD Kota Semarang dibantu TNI, Polri, dinas sosial dan sukarelawan melakukan evakuasi warga. Di samping itu, tim gabungan ini melakukan pendataan dampak di lapangan.

Dapur umum telah beroperasi untuk melayani warga terdampak, yang berada di halaman kantor Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Manggangwetan.

Menampung warga terdampak, BPBD akan mendirikan tenda pengungsian dengan penerapan protokol kesehatan.

Dari hasil kaji kebutuhan, tim gabungan memerlukan 10 unit perahu karet, 10 unit mobil operasional, tenda dapur umum, pompa air dan dua alat pemotong pohon.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca hingga dua hari ke depan atau 8 Februari 2021, Jawa Tengah termasuk daerah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Sedangkan di lima kecamatan terdampak, prakiraan cuaca terpantau berawan hingga hujan ringan pada esok hari (7/2).

Masyarakat diiminta untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti tanah longsor dan angin kencang.