Beranda GAYA HIDUP Cara Atasi Kulit Wajah Mengalami Over-Exfoliation

Cara Atasi Kulit Wajah Mengalami Over-Exfoliation

Kulit Wajah
Meski eksfoliasi kulit wajah memang perlu dilakukan secara rutin, tetapi bila terlalu sering atau over-exfoliation, kulit justru bisa mengalami kerusakan, lho. Nah, untuk tahu apa saja tanda-tanda kulit wajah mengalami over-exfoliation dan bagaimana cara mengatasinya, simak di artikel ini, ya.

Exfoliation atau eksfoliasi adalah perawatan kulit yang dilakukan untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran yang ada di permukaan kulit. Eksfoliasi pada wajah bermanfaat untuk mencerahkan kulit, mencegah munculnya jerawat, mengurangi tanda-tanda penuaan dini, dan meningkatkan efektivitas produk perawatan kulit.

Tanda-Tanda Kulit Mengalami Over-Exfoliation

Pada dasarnya, ada 2 cara untuk melakukan eksfoliasi wajah, yaitu dengan eksfoliasi kimia dan mekanik.

Eksfoliasi kimia dilakukan dengan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung bahan kimia tertentu, seperti alpha-hydroxy acid (AHA) dan beta-hydroxy acid (BHA). Sementara, eksfoliasi mekanik dilakukan dengan menggosok kulit wajah secara lembut menggunakan alat tertentu, seperti spons atau scrub.

Umumnya, eksfoliasi wajah hanya perlu dilakukan sebanyak 1–2 kali dalam seminggu. Apabila dilakukan terlalu sering, alih-alih membawa manfaat, kulit wajahmu justru bisa mengalami kerusakan.

Nah, berikut ini adalah beberapa tanda-tanda yang akan muncul pada kulit jika mengalami over-exfoliation:

  • Kulit kemerahan
  • Kulit mengelupas
  • Kulit kering dan bersisik
  • Kulit terasa terbakar
  • Muncul bercak merah yang tidak merata
  • Muncul jerawat, terutama jerawat-jerawat kecil atau bruntusan
  • Kulit terasa lebih sensitif terhadap produk perawatan kulit yang biasa digunakan

Selain itu, kulit yang terlihat terlalu glowing hingga terkesan kering juga bisa menjadi tanda bahwa kulitmu mengalami over-exfoliation. Kondisi ini bisa menandakan bahwa sel-sel dan minyak alami pada kulitmu justru hilang.

Cara Mengatasi Kulit Wajah yang Mengalami Over-Exfoliation

Apabila kulit wajahmu menunjukkan tanda-tanda over-exfoliation seperti di atas, beberapa cara ini bisa kamu coba untuk membantu mengatasinya:

BACA JUGA  Digiplus, Gerai Ritel Map Pertama Untuk Perangkat Elektronik Multibrand.

Hentikan eksfoliasi

Saat kulit mengalami kerusakan akibat over-exfoliation, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah berhenti melakukan eksfoliasi, baik eksfoliasi kimia maupun mekanik, hingga tanda-tanda over-exfoliation mereda dan kulitmu kembali ke keadaan normalnya.

Perlu diketahui juga bahwa keadaan normal setiap kulit bisa berbeda-beda. Sebagai contoh, bila tipe kulitmu biasanya berjerawat, maka saat tanda kelebihan ekfoliasi mereda, maka bisa saja akan muncul jerawat kembali.

Gunakan produk perawatan kulit dasar

Selama kulit wajahmu masih menunjukkan tanda-tanda over-exfoliation, sebisa mungkin gunakan basic skincare atau produk perawatan kulit dasar saja, seperti pembersih wajah, pelembab, dan sunscreen. Jangan lupa juga untuk memilih produk perawatan kulit yang ringan dan tanpa pewangi.

Kompres dingin

Untuk mengurangi rasa terbakar, kemerahan, dan peradangan pada kulit akibat over-exfoliation, kamu juga bisa menggunakan kompres dingin di wajah. Selain kompres dingin, gel lidah buaya yang sudah didinginkan juga dapat membantu menenangkan wajah yang mengalami over-exfoliation.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kulit yang mengalami over-exfoliation. Umumnya, pemulihan kulit yang mengalami over-exfoliation bisa memakan waktu hingga 1 bulan. Jadi, lakukanlah cara-cara di atas dengan konsisten, ya.

Apabila setelah melakukan cara-cara di atas, kondisi kulitmu yang mengalami over-exfoliation tidak kunjung membaik atau malah semakin memburuk, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter.

Berita paling lengkap Klik: Google News

Facebook Comments

Iklan
Artikulli paraprakKaryawan Toserba di Pekanbaru Nekat Tikam Rekan Kerja, Satu Tewas dan 4 Luka-luka
Artikulli tjetërInilah Konten YouTube yang Bisa Dijadikan Jaminan Pinjaman di Bank